Selasa, 20 Oktober 2015

Lingkungan Pemasaran Mikro & Makro

Lingkungan pemasaran makro & mikro

  Perusahaan  yang  berhasil  adalah  perusahaan  yang memandang  bisnis  mereka  dari  dalam  dan  luar.  Mereka menyadari  bahwa  lingkungan  pemasaran  selalu menimbulkan  peluang  baru,  ancaman  baru,  dan pemahaman  baru  tentang  pentingnya  memantau  dan
beradaptasi  dengan  lingkungan  yang  telah  berubah.
              Perusahaan  harus  melakukan  pengamatan  secara  terus menerus  dan  beradaptasi  dengan  lingkungannya  yang bersifat  kompleks  dan  terus  berubah-ubah  sehingga  dapat
menyesuaikan   strategi  pemasarannya   untuk  memenuhi
tantangan dan peluang pasar yang baru.
             Banyak  perusahaan  yang  gagal  karena  tidak  melihat perubahan  sebagai  peluang.  Mereka  mengabaikan  atau enggan  melakukan  perubahan  sampai  keadaan  sudah terlambat. Strategi, struktur, system dan budaya organisasi mereka akan bertambah usang dan tidak berfungsi secara maksimal.  
            Lingkungan pemasaran merupakan komponen kekuatan  di luar  aspek  pemasaran  yang  dapat  mempengaruhi kemampuan  manajemen  dalam  membangun  danmemelihara  hubungan  dengan  pelanggan  yang  terdiri  dari lingkungan  eksternal  (makro)  dan  lingkungan  internal
(mikro) (Amstrong,2006:60).
           Secara khusus   dirumuskan bahwa lingkungan pemasaran suatu  perusahaan  terdiri  dari  para  pelaku  (actor)  dan kekuatan-kekuatan  yang  berasal  dari  luar  fungsi manajemen  pemasaran  perusahaan  yang  mempengaruhi kemampuan  manajemen  pemasaran  untuk mengembangkan  dan  mempertahankan  transaksi  yang sukses dengan para pelanggan sasarannya


Lingkungan Pemasaran Mikro

Lingkungan  mikro  (microenvironment)  adalah  para  pelaku dan  kekuatan  yang  paling  dekat  dengan  perusahaan  yang langsung  mempengaruhi  pelayanan  perusahaan  terhadap pelanggan,  yaitu  perusahaan  itu  sendiri,  pemasok  barang (suppliers),perantara (marketing  intermediaries),  pelanggan (customers),pesaing  (competitors),  dan  masyarakat
(publics).

Lingkungan mikro terdiri dari :
1.  Lingkungan  mikro  eksternal  yang  meliputi  pemasok, perantara, konsumen dan pesaing; dan
2.  Lingkungan  mikro  internal  yang  meliputi  produksi, keuangan,  sumber  daya  manusia,  pemasaran,  serta riset dan pengembangan.
Urban  dan  Star  (1991:16-17);  Holley  dan  Sounders (1993:101-126);  Walker,  Boyd  dan  Larreche  (1999:130-132); serta Bowman (1990:30-40) mengidentifikasi sejumlah indikator  kekuatan  pelaku  dalam  lingkungan  mikro eksternal, sebagai berikut :

1.  Kekuatan  konsumen  mencakup  jumlah  konsumen dibandingkan dengan jumlah produsen, kemudahan kondumen  berpindah  dari  produsen  satu  ke  yang lain,  tingkat  kepentingan  barang  yang  dibeli konsumen,  tuntutan  konsumen  dan  daya  beli konsumen;
2.  Kekuatan  pesaing  mencakup  cakupan  bisnis, penguasaan  pangsa  pasar,  arah  tujuan  yang  ingin dicapai, kinerja pesaing dan strategi pemasaran;
3.  Kekuatan  pemasok  bahan  baku  mencakup  jumlah pemasok bahan baku, kemampuan pemasok dalam mengendalikan  bahan  baku,  kemampuan  pemasok dalam mengendalikan harga bahan baku, hubungan pemasok  dengan  perusahaan  dan  tingkat kepentingan bahan baku yang dipasok;
4.  Kekuatan  perantara  mencakup  tingkat  saluran distribusi,  jumlah  perantara  untuk  setiap  saluran distribusi,  pemahaman  perantara  tentang  pasar, pemahaman perantara tentang produk, kemampuan perantara  dalam  mendistribusikan  dan  menjual produk,  serta  hubungan  perantara  dengan perusahaan.

Indikator  kekuatan internal  yang  tersebar  pada fungsi  atau bidang  kegiatan  perusahaan  diidentifikasi  oleh  Jain (2000:65);  Perreault  dan  McCarthy  (1996:122-123)  serta Urban dan Star (1991:18), sebagai berikut:
1.  Kekuatan  produksi  atau  operasi  mencakup kapasitas  produksi,  fasilitas  produksi,  teknologi
produksi yang digunakan, efisiensi produksi dan kemampuan  mengendalikan  pasokan  bahan baku;
2.  Kekuatan keuangan mencakup struktur dan nilai aset,  akses  memperoleh  kredit,  alokasi  dana
untuk  setiap  kegiatan  perusahaan,  dukungan sumber  daya  keuangan  dalam  memenuhi
kebutuhan  dana  setiap  kegiatan  dan  efisiensi penggunaan sumber daya keuangan;
3.  Kekuatan  sumber  daya  manusia  mencakup jumlah  pegawai,  kualifikasi  pegawai, perencanaan  sumber  daya  manusia,  penarikan dan  pengembangan  pegawai,  serta  sistem kompensasi.
4.  Kekuatan  pemasaran  mencakup  citra perusahaan  atau  produk,  pemahaman  tentang
pasar,  jaringan  distribusi,  pengembangan produk,  efektivitas  promosi,penetapan  harga,
serta  hubungan  dengan  konsumen,  pemasok dan perantara;
5.  Kekuatan  riset  dan  pengembangan  mencakup kualitas  riset,  relevansi  riset  dengan  kebutuhan pengembangan, ketersediaan sumber daya riset, komitmen  manajemen  terhadap  riset  dan pemanfaatan  hasilnya,  kerjasama  dengan  pihak lain, serta waktu pelaksanaan riset.

Perusahaan
Sebagai  salah  satu  pelaku  dalam  lingkungan  mikro, perusahaan  mengelola  kegiatan  pokok  meliputi  produksi, keuangan,  sumber  daya  manusia,  pemasaran,  serta  riset dan pengembangan. Kelima kegiatan pokok perusahaan ini merupakan  lingkungan  internal  perusahaan  (Kotler  dan
Armstrong,  2001:88-89;  Czinkota  dan  Kotabe,  2001:57).Bagian-bagian ini membentuk suatu lingkungan mikro suatu perusahaan untuk perencana pemasaran

Pemasok (Suppliers)
Para pemasok adalah perusahaan-perusahaan dan individu yang  menyediakan  sumber  daya  yang  dibutuhkan  oleh perusahaan  dan  para  pesaing  untuk  memproduksi  barang dan  jasa  tertentu.  Pemasok  merupakan  perusahaan  yang menyediakan  bahan  baku,  tenaga  kerja,  keuangan  dan
sumber informasi kepada perusahaan lain.

Perantara Pemasaran (Marketing Intermediaries)
Perantara  Pemasaran  adalah  mereka  yang  membantu perusahaan  dalam  mempromosikan,  menjual,  dan mendistribusikan  barang  kepada  pembeli  akhir.  Perantara pemasaran  meliputi  penjual  perantara,  perusahaan distribusi  fisik,  agen  jasa  pemasaran,  dan  perantara keuangan.

Pelanggan (Customers)
Konsep pemasaran yang berhasil apabila perusahaan dapat menyediakan  nilai  dan  kepuasan  pelanggan  yang  lebih besar daripada pesaing. Oleh karena itu, perusahaan harus menyesuaikan  pemasaran  dengan  kebutuhan  konsumen sasaran. Konsumen adalah objek utama yang harus selalu diperhatikan,  keberhasilan  meningkatkan  jumlah  barang yang  dijual  ditentukan  oleh  konsumen  Strategi kebijaksanaan  dan  taktik  pemasaran  perusahaan  sangat tergantung situasi pasar dan langganan.

Pesaing (Competitors)
Pesaing  adalah  perusahaan  di  dalam  industri  yang  sama dan menjual produk atau jasa kepada pelanggan. Seringkali perbedaan  antara  keberhasilan  dan  kegagalan  usaha tergantung pada apakah perusahaan melakukan pelayanan yang  lebih  baik  daripada  pesaing  lain.  Karena  itu,
perusahaan  harus  melakukan  analisis  bersaing,  yaitu menentukan  siapa  pesaingnya,  mengantisipasi  pergerakan pesaing,  serta  memperhitungkan  kekuatan  dan  kelemahan
pesaing.

Masyarakat (Publics)
Masyarakat adalah kelompok yang mempunyai minat nyata atau yang masih terpendam atau yang memberikan dampak terhadap  kemampuan  perusahaan   untuk  mencapai
sasarannya.  Masyarakat  umum  dapat  memperlancar  atau menghambat  kemampuan  perusahaan  untuk  mencapai sasarannya. Karena masyarakat umum dapat secara nyata
mempengaruhi  nasib  baik  suatu  perusahaan,  maka perusahaan  yang  bijak  perlu  mengambil  langkah  nyata untuk  membangun  secara  berhasil  hubungan  dengan masyarakat umum yang amat penting bagi perusahaan, dan tidak  hanya  tinggal  diam  atau  menunggu.  Sebagai  bagian
yang tak terpisahkan dari keberadaan perusahaan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar