Lingkungan
pemasaran makro & mikro
Perusahaan yang berhasil
adalah perusahaan yang memandang bisnis
mereka dari dalam
dan luar. Mereka menyadari bahwa
lingkungan pemasaran selalu menimbulkan peluang
baru, ancaman baru,
dan pemahaman baru tentang
pentingnya memantau dan
beradaptasi dengan
lingkungan yang telah
berubah.
Perusahaan harus
melakukan pengamatan secara
terus menerus dan beradaptasi
dengan lingkungannya yang bersifat
kompleks dan terus
berubah-ubah sehingga dapat
menyesuaikan strategi
pemasarannya untuk memenuhi
tantangan dan peluang pasar yang baru.
Banyak perusahaan
yang gagal karena
tidak melihat perubahan sebagai
peluang. Mereka mengabaikan
atau enggan melakukan perubahan
sampai keadaan sudah terlambat. Strategi, struktur, system
dan budaya organisasi mereka akan bertambah usang dan tidak berfungsi secara
maksimal.
Lingkungan pemasaran merupakan
komponen kekuatan di luar aspek
pemasaran yang dapat
mempengaruhi kemampuan
manajemen dalam membangun
danmemelihara hubungan dengan
pelanggan yang terdiri
dari lingkungan eksternal (makro)
dan lingkungan internal
(mikro) (Amstrong,2006:60).
Secara khusus dirumuskan bahwa lingkungan pemasaran
suatu perusahaan terdiri
dari para pelaku
(actor) dan
kekuatan-kekuatan yang berasal
dari luar fungsi manajemen pemasaran
perusahaan yang mempengaruhi kemampuan manajemen
pemasaran untuk
mengembangkan dan mempertahankan transaksi
yang sukses dengan para pelanggan sasarannya
Lingkungan Pemasaran Mikro
Lingkungan mikro
(microenvironment) adalah para
pelaku dan kekuatan yang
paling dekat dengan
perusahaan yang langsung mempengaruhi
pelayanan perusahaan terhadap pelanggan, yaitu
perusahaan itu sendiri,
pemasok barang
(suppliers),perantara (marketing
intermediaries), pelanggan
(customers),pesaing (competitors), dan
masyarakat
(publics).
Lingkungan mikro terdiri dari :
1.
Lingkungan mikro eksternal
yang meliputi pemasok, perantara, konsumen dan pesaing; dan
2.
Lingkungan mikro internal
yang meliputi produksi, keuangan, sumber
daya manusia, pemasaran,
serta riset dan pengembangan.
Urban
dan Star (1991:16-17);
Holley dan Sounders (1993:101-126); Walker,
Boyd dan Larreche
(1999:130-132); serta Bowman (1990:30-40) mengidentifikasi sejumlah
indikator kekuatan pelaku
dalam lingkungan mikro eksternal, sebagai berikut :
1.
Kekuatan konsumen mencakup
jumlah konsumen dibandingkan dengan
jumlah produsen, kemudahan kondumen
berpindah dari produsen
satu ke yang lain,
tingkat kepentingan barang
yang dibeli konsumen, tuntutan
konsumen dan daya
beli konsumen;
2.
Kekuatan pesaing mencakup
cakupan bisnis, penguasaan pangsa
pasar, arah tujuan
yang ingin dicapai, kinerja
pesaing dan strategi pemasaran;
3.
Kekuatan pemasok bahan
baku mencakup jumlah pemasok bahan baku, kemampuan pemasok
dalam mengendalikan bahan baku,
kemampuan pemasok dalam
mengendalikan harga bahan baku, hubungan pemasok dengan
perusahaan dan tingkat kepentingan bahan baku yang dipasok;
4.
Kekuatan perantara mencakup
tingkat saluran distribusi, jumlah
perantara untuk setiap
saluran distribusi,
pemahaman perantara tentang
pasar, pemahaman perantara tentang produk, kemampuan perantara dalam
mendistribusikan dan menjual produk, serta
hubungan perantara dengan perusahaan.
Indikator kekuatan internal yang
tersebar pada fungsi atau bidang
kegiatan perusahaan diidentifikasi oleh
Jain (2000:65); Perreault dan
McCarthy (1996:122-123) serta Urban dan Star (1991:18), sebagai
berikut:
1.
Kekuatan produksi atau
operasi mencakup kapasitas produksi,
fasilitas produksi, teknologi
produksi yang digunakan, efisiensi
produksi dan kemampuan
mengendalikan pasokan bahan baku;
2.
Kekuatan keuangan mencakup struktur dan nilai aset, akses
memperoleh kredit, alokasi
dana
untuk
setiap kegiatan perusahaan,
dukungan sumber daya keuangan
dalam memenuhi
kebutuhan dana
setiap kegiatan dan
efisiensi penggunaan sumber daya keuangan;
3.
Kekuatan sumber daya
manusia mencakup jumlah pegawai,
kualifikasi pegawai,
perencanaan sumber daya
manusia, penarikan dan pengembangan
pegawai, serta sistem kompensasi.
4.
Kekuatan pemasaran mencakup
citra perusahaan atau produk,
pemahaman tentang
pasar,
jaringan distribusi, pengembangan produk, efektivitas
promosi,penetapan harga,
serta
hubungan dengan konsumen,
pemasok dan perantara;
5.
Kekuatan riset dan
pengembangan mencakup kualitas riset,
relevansi riset dengan
kebutuhan pengembangan, ketersediaan sumber daya riset, komitmen manajemen
terhadap riset dan pemanfaatan hasilnya,
kerjasama dengan pihak lain, serta waktu pelaksanaan riset.
Perusahaan
Sebagai
salah satu pelaku
dalam lingkungan mikro, perusahaan mengelola
kegiatan pokok meliputi
produksi, keuangan, sumber daya
manusia, pemasaran, serta
riset dan pengembangan. Kelima kegiatan pokok perusahaan ini
merupakan lingkungan internal
perusahaan (Kotler dan
Armstrong, 2001:88-89;
Czinkota dan Kotabe,
2001:57).Bagian-bagian ini membentuk suatu lingkungan mikro suatu
perusahaan untuk perencana pemasaran
Pemasok
(Suppliers)
Para pemasok adalah
perusahaan-perusahaan dan individu yang
menyediakan sumber daya
yang dibutuhkan oleh perusahaan dan
para pesaing untuk
memproduksi barang dan jasa
tertentu. Pemasok merupakan
perusahaan yang menyediakan bahan
baku, tenaga kerja,
keuangan dan
sumber informasi kepada perusahaan
lain.
Perantara
Pemasaran (Marketing Intermediaries)
Perantara Pemasaran
adalah mereka yang
membantu perusahaan dalam mempromosikan, menjual,
dan mendistribusikan barang kepada
pembeli akhir. Perantara pemasaran meliputi
penjual perantara, perusahaan distribusi fisik,
agen jasa pemasaran,
dan perantara keuangan.
Pelanggan
(Customers)
Konsep pemasaran
yang berhasil apabila perusahaan dapat menyediakan nilai
dan kepuasan pelanggan
yang lebih besar daripada
pesaing. Oleh karena itu, perusahaan harus menyesuaikan pemasaran
dengan kebutuhan konsumen sasaran. Konsumen adalah objek utama
yang harus selalu diperhatikan,
keberhasilan meningkatkan jumlah
barang yang dijual ditentukan
oleh konsumen Strategi kebijaksanaan dan
taktik pemasaran perusahaan
sangat tergantung situasi pasar dan langganan.
Pesaing
(Competitors)
Pesaing
adalah perusahaan di
dalam industri yang
sama dan menjual produk atau jasa kepada pelanggan. Seringkali
perbedaan antara keberhasilan
dan kegagalan usaha tergantung pada apakah perusahaan
melakukan pelayanan yang lebih baik
daripada pesaing lain.
Karena itu,
perusahaan harus
melakukan analisis bersaing,
yaitu menentukan siapa pesaingnya,
mengantisipasi pergerakan
pesaing, serta memperhitungkan kekuatan
dan kelemahan
pesaing.
Masyarakat
(Publics)
Masyarakat adalah kelompok yang
mempunyai minat nyata atau yang masih terpendam atau yang memberikan dampak
terhadap kemampuan perusahaan
untuk mencapai
sasarannya. Masyarakat
umum dapat memperlancar
atau menghambat kemampuan perusahaan
untuk mencapai sasarannya. Karena
masyarakat umum dapat secara nyata
mempengaruhi nasib
baik suatu perusahaan,
maka perusahaan yang bijak
perlu mengambil langkah
nyata untuk membangun secara
berhasil hubungan dengan masyarakat umum yang amat penting bagi
perusahaan, dan tidak hanya tinggal
diam atau menunggu.
Sebagai bagian
yang tak terpisahkan dari keberadaan
perusahaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar