Rabu, 21 Oktober 2015

Aktifitas kelas


Aktivitas kelas drama bahasa sunda tentang si kabayan



Aktivitas kelas presentasi pengelolaan





Sumber: http://imasmelani06.blogspot.co.id/search?updated-max=2015-10-17T20:49:00-07:00&max-results=7

Selasa, 20 Oktober 2015

PRODUK YANG PERNAH DIBUAT Dorayaki (kue cubit)

PRODUK YANG PERNAH DIBUAT
Dorayaki (kue cubit)















 *Perencanaan
 Tempat usaha→Kantin
Bahan baku & penunjang =
-terigu
-gula pasir
-telur
-susu
-baking powder
-margarin
-toping
Cara membuat=
1.                   Siapkan wadah lalu masukkan telur dan gula pasir, kocok hingga mengembang serta gulanya menjadi larut. Gambar di atas merupakan hasil kue cubit yang dikocok tanpa mixer, tetapi bisa juga menggunakan mixer untuk lebih mudah dan cepat mengembang.
2.                   Masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit dan aduk hingga rata. Tuang margarin cair, aduk rata dan kemudian masukkan soda kue, baking powder dan vanili bubuk. Setelah adonan rata, masukkan adonan ke dalam wadah yang ada mulutnya seperti teko atau gelas takar agar adonan lebih mudah saat dituangkan ke dalam cetakan.
3.                   Panaskan cetakan kue cubit di atas api kecil yang terlebih dahulu diolesi sedikit margarin. Setelah panas, tuang adonan dengan volume setengah cetakan lalu tutup.
4.                   Saat adonan sudah setengah matang dan mengembang, taburi dengan keju atau coklat meses lalu tutup dan teruskan memanggang hingga matang serta bagian bawah kuenya sedikit berwarna kecoklatan. Keluarkan dari cetakan lalu sajikan dan jika memiliki sisa keju parut dan di taburi di atas kue cubit supaya lebih yummy.

Sumber:https://www.google.co.id/search?q=cara+membuat+kue+cubit&espv=2&biw=1366&bih=667&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0CAYQ_AUoAWoVChMIi_6R4_vSyAIVV5COCh3C4gwM&dpr=1#imgrc=DMIJS36cA6B5tM%3A

. Struktur, Kaidah, dan Ciri Bahasa dalam Teks Laporan Hasil observasi

2.       PENGERTIAN :

Teks laporan adalah teks yang berisi penjabaran umum / melaporkan sesuatu berupa hasil dari pengamatan (observasi). Teks laporan (report) ini juga disebut teks klasifikasi karena memuat klasifikasi mengenai jenis-jenis sesuatu berdasarkan kriteria tertentu. Jenis teks ini mendeskripsikan atau menggambarkan bentuk, ciri, atau sifat umum (general) seperti benda, hewan, tumbuh-tumbuhan, manusia, atau peristiwa yang terjadi di alam semesta kita.
CIRI-CIRI TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI :
  • Harus mengandung fakta
  • bersifat objektif
  • harus ditulis sempurna dan lengkap
  • tidak memasukkan hal-hal yang menyimpang, mengandung prasangka, atau pemihakan
  • disajikan secara menarik, baik dalam hal tata bahasa yang jelas, isinya berbobot, maupun susunan logis.
Pada umumnya teks laporan hasil observasi memiliki bentuk yang hampir sama dengan teks deskripsi, tetapi sebenarnya sifat kedua teks tersebut berbeda. Teks laporan menggambarkan sesuatu secara umum dan sesuai fakta apa adanya tanpa ada opini/pendapat penulis.  Sedangkan teks deskripsi menggambarkan secara khusus (unik dan individual) dan menggambarkan sesuai dengan sudut pandang penulis.
STRUKTUR TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI :
Strukturnya terdiri dari tiga bagian:  Pen I Pu
1. Pendahuluan
Di dalam pendahuluan, teks laporan hasil obesrvasi berisikan tentang penjelasan umum atau klarifikasi umum/definisi umum.
2. Isi
Di dalam isi teks laporan hasil observasi terdapat deskripsi bagian dan deskripsi manfaat
3. Penutup
Di bagian penutup terdapat kesimpulan

LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI:
  1. Membuat judul laporan yang benar sesuai dengan pengamatan yang dilakukan.
  2. Menyusun kalimat pembukaan.
  3. Menyusun isi laporan yang berisi gagasan-gagasan pokok dan saran yang disertai alasan terhadap laporan hasil pengamatan.
  4. Menulis kalimat penutup.

KAIDAH TEKS OBSERVASI:
1. Bersifat global dan universal
2. Merupakan hasil penelitian terkini
3. Menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar
4. Objek yang dibicarakan atau yang menjadi pembahasan adalah objek tunggal
5. Tidak ada penutup dari pengarang

FUNGSI TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI
1) Memberitahukan atau menjelaskan tanggung jawab tugas dan kegiatan pengamatan
2) Memberitahukan atau menjelaskan dasar penyusunan kebijaksanaan, keputusan atau pemecahan masalah dalam pengamatan.
3) Merupakan sumber informasi dan
4) Merupakan bahan untuk pendokumentasian.

TUJUAN PEMBUATAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI:
1) Mengatasi suatu masalah,
2) Mengambil suatu keputusan yang lebih efektif.
3) Mengetahui kemajuan dan perkembangan suatu masalah.
4) Mengadakan pengawasan dan perbaikan.
5) Menemukan teknik–teknik baru.

SIFAT-SIFAT TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI:
1) Bersifat objektif
Teks laporan hasil observasi sesuai dengan kenyataan

2) Bersifat informatif
Teks laporan hasil observasi dapat dijadikan sebagai sumber pengalaman orang lain jika melakukan hal serupa

3) Bersifat komunikatif

SYARAT PENYUSUNAN TEKS HASIL OBSERVASI:
1. Lengkap
2. Informatif
3. tidak berisikan kesimpulan

HAL-HAL YANG HARUS DILAKUKAN KETIKA OBSERVASI :
1. Mencatat data yang diperlukan dan menyesuaikan dengan tujuan dan fungsinya
2. Melakukan survey tempat dan melakukan observasi
3. Menemui narasumber untuk wawancara sebagai bukti penguat dan referensi
4. Mencatat hasil observasi
  • Teks laporan hasil pengamatan yaitu karangan yang memaparkan suatu fenomena atau kejadian berdasarkan hasil pengamatan.
  • Teks laporan juga disebut teks klasifikasi karena teks tersebut memuat klasifikasi mengenai jenis-jenis sesuatu berdasarkan kriteria tertentu.
Misalnya: untuk melaporkan kehidupan harimau dimulai dengan membuat klasifikasi jenis-jenis harimau kemudian memaparkan bentuk fisik, ciri-ciri, habitat, dan kebiasaan hidup harimau
  • Struktur teks laporan hasil pengamatan dapat dibagi menjadi:
  • Pernyataan umum atau klasifikasi –> berisikan pernyataan umum atau gambaran global mengenai apa yang akan dibahas dalam teks tersebut.
  • Anggota/aspek yang dilaporkan –> Berisi rincian atau gambaran khusus mengenai obyek yang dibahas.
  • Sebuah teks laporan observasi akan diklasifikasikan sebagai laporan yang ideal jika:
  • Memiliki struktur teks yang lengkap.
  • Memanfaatkan konjungsi atau kata penghubung yang tepat
  • Pengelompokan kata dilakukan berdasarkan kriteria tertentu
  • Memfungsikan kelompok kata dan jenis kata sesuai keperluan
  • Ciri-Ciri Teks Laporan Hasil Observasi
  • Teks laporan sering dimulai dg kalimat definisi tentang penggolongan atau klasifikasi.
  • (a) Mamalia adalah binatang yang menyusui.
  • (b) “Kucing besar” itu adalah hewan pemangsa dan pemakan daging.
  • Dalam laporan observasi sering digunakan kelompok nomina (kata benda) dengan penjenis dan kelompok nomina dengan pendeskripsi.
  • Kelompok nomina dg penjenis tidak bisa disisipi oleh kata apa pun. Kedua kata itu harus saling berdekatan.
  • Kelompok nomina dg pendeskripsi dapat disisipi, misalnya dengan kata penyangat, seperti sangat atau terlalu dan kata pewatas seperti yang.
  • Harus mengandung fakta
  • bersifat objektif
  • harus ditulis sempurna dan lengkap
  • tidak memasukkan hal-hal yang menyimpang, mengandung prasangka, atau pemihakan
  • disajikan secara menarik, baik dalam hal tata bahasa yang jelas, isinya berbobot, maupun susunan logis.
Contoh:
benda
penjenis
pendeskripsi
hewan
hewan pemangsa
hewan gemuk
pemakan
pemakan daging
pemakan rakus
  • Dalam laporan observasi sering ditemukan penggunaan antonym dan sinonim.
  • Sinonim adalah persamaan makna kata.
Contoh:
  • Antonim adalah pertentangan makna kata.
Contoh:
  • Dalam laporan observasi sering ditemukan penggunaan kalimat simpleks dan kalimat kompleks.
  • Kalimat simpleks: kalimat yang hanya terdiri atas satu verba utama yang menggambarkan aksi, peristiwa, atau keadaan.
  • Kalimat simpleks (yang sesungguhnya sama dengan kalimat tunggal) hanya mengandung satu struktur: subjek^predikator^(pelengkap)^(keterangan). Unsur yang diletakkan di dalam kurung belum tentu ada dalam kalimat. Pada contoh berikut ini yang dimaksud verba utama adalah menulis. Verba tinggal pada unsur subjek dianggap bukan verba utama. Kalimat tersebut mempunyai satu struktur, yaitu subjek^predikator^keterangan cara.
  • Kalimat kompleks: kalimat yang terdiri atas lebih dari satu aksi, peristiwa, atau keadaan sehingga mempunyai lebih dari satu verba utama dalam lebih dari satu struktur.
  • Struktur yang satu dan struktur yang lain biasanya dihubungkan oleh konjungsi, tetapi sering pula hubungan itu hanya ditunjukkan oleh tanda koma atau titik koma, bahkan tidak ditunjukkan oleh tanda baca apa pun.
  • Kalimat kompleks dibagi menjadi dua jenis, yaitu kalimat kompleks parataktik dan kalimat kompleks hipotaktik.
Lembar Kerja Siswa
Perhatikan teks di bawah ini dengan saksama!
Makhluk di Bumi Ini
Benda di dunia dapat dikelompokkan atas dasar kenyataan bahwa benda-benda tersebut memiliki persamaan dan perbedaan dalam beberapa hal. Dengan pengelompokan, benda-benda itu lebih mudah dipelajari.
Semua benda di dunia ini dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yaitu benda hidup dan benda mati. Yang pertama sering disebut makhluk hidup dan yang kedua disebut makhluk mati. Benda hidup mempunyai ciri-ciri umum, seperti bergerak, bernapas, tumbuh, dan mempunyai keturunan. Benda hidup juga membutuhkan makanan. Benda mati dibedakan dari benda hidup karena benda mati tidak mempunyai ciri-ciri umum tersebut. Kera, tumbuh-tumbuhan, ikan, dan bunga adalah contoh-contoh benda hidup. Sementara itu, kaca, air, plastik, baja, dan oksigen adalah contoh-contoh benda mati.
Benda hidup dapat dikelompokkan lagi menjadi binatang dan tumbuh-tumbuhan. Pengelompokan itu dilakukan karena keduanya berbeda dalam beberapa hal. Tumbuh-tumbuhan tidak dapat bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Tumbuh-tumbuhan tidak mempunyai otak, jantung, paru-paru, dan darah, tetapi hidup. Selain itu, tumbuh- tumbuhan dapat melakukan sesuatu yang sangat penting yang tidak dapat dilakukan oleh binatang. Tumbuh-tumbuhan dapat menghasilkan makanan sendiri, sedangkan binatang tidak. Rumput, gandum, dan tanaman keras adalah jenis tumbuh-tumbuhan. Namun, tidak semua tumbuh-tumbuhan mempunyai bunga. Oleh karena itu, tumbuh- tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi tumbuh-tumbuhan berbunga dan tumbuh-tumbuhan tidak berbunga. Mawar, jagung, dan tanaman buah mempunyai bunga, tetapi jamur, lumut, dan pakis tidak.
Selanjutnya, binatang dapat dibagi menjadi vertebrata dan invertebrata. Vertebrata mempunyai tulang belakang yang meliputi manusia, burung, anjing, katak, dan lain-lain, sedangkan invertebrata tidak mempunyai tulang belakang yang meliputi ubur-ubur, kupu-kupu, dan laba-laba. Terdapat lima kelompok   vertebrata, yaitu mamalia burung, amfibia, reptilia, dan ikan.
(Sumber: )
  1. Tentukanlah struktur teks laporan hasil observasi pada bacaan “Makhluk di Bumi Ini” di atas!
  2. Kata membagi dan mengelompokkan mengandung makna yang sama. Kata-kata yang berbeda, tetapi mempunyai makna yang sama disebut sinonim atau padan kata. Kata-kata berikut bersinonim dengan kata ‘mengelompokkan’, kecuali:
(a) mengklasifikasikan
(b) memisahkan
(c) memilah
(d) menggolongkan
(e) meliputi
(f) mencakup
(g) menjeniskan
(h) menyebutkan
  1. Di pihak lain, kata-kata yang mempunyai makna yang berlawanan disebut antonim atau lawan kata. Kata hidup berantonim dengan kata mati. Carilah antonim kata-kata berikut ini!
(a) persamaan x ……………………….
(b) bergerak   x ………………………
(c) keras       x ……………………….
(d) tumbuh   x ………………………..
(e) umum     x ………………………..
(f) belakang   x ……………………………
(g) kelompok x ……………………………
(h) sebagian   x ……………………………
(i) panjang     x ……………………………
(j) berubah     x …………………………..
  1. Buatlah lima kalimat komplek yang memiliki makna berbeda berdasarkan konjungsinya!
  2. Tulislah istilah yang kamu anggap sebagai islilah yang sulit kemudian cari maknanya berdasarkan referensi! (KBBI, Ensiklophedia, Therasurus, dan sejenisnya).

CONTOH KALIMAT SIMPLEKS DAN KOMPLEKS


  •    Simpleks

1.Rani melihat alam.
2.Rina menanam pohon.
3.Reni sedang menyiram tanaman.
4.Randika sedang melihat alam sekitar.
5.Rizal mengamati tumbuhan yang ada di sekitar rumahnya
6. Alam itu sangat asri 

7. Jangan sekali-kali kita merusak tanaman
8.Alam itu sangat indah
9.Alam adalah sumber kedupan
10. Alam yang indah membuat kita nyaman
11.Alam itu sungguh Indah
12. Alam menyediakan Segalanya 
13.Alam itu terlihat Hijau


  • Kompleks

1.Jika alam dan lingkungan sekitar dirawat,hidup kita akan  nyaman
2.Apabila Alam dirawat dengan baik maka hidup kita akan sehat
3.Ambilah Sumber Daya Alam secukupnya tetapi jangan serakah
4.Rawatlah dan siramlah pohon agar lingkungan disekitar kita asri
5.Siapakah yang akan menjaga alam ini selain kita sang makhluk sempurna di bumi ini
6.Jangan menebang pohon dengan sembarangan karena pohon sumber kehidupan
7.Hanya kita sebagai manusia yang bisa merawat dan juga memelihara alam ini
8. Banyak orang yang tak bertanggung jawab yang menebang hutan hanya karena ingin mendapat keuntungan
9. Alam itu indah bila kita rawat dan selalu kita jaga dengan baik
10.Alam indah jika dirawat dengan baik
11. Alam akan tetap asri jika kita rawat dengan baik.
12. Kamu akan pintar jika kamu belajar dengan rajin
13. Jangan membuang sampah sembarangan karena hal tersebut dapat membuat banjir

Pengertian Serta Contoh Kalimat Kompleks dan Simpleks Lengkap
Pengertian Serta Contoh Kalimat Kompleks dan Simpleks Lengkap Dengan Pola Kalimat - Ada 2 macam tipe kalimat di dalam Bahasa Indonesia yaitu kalimat kompleks dan kalimat simple. Berikut adalah pengertian dan contoh-contohnya.

Kalimat kompleks adalah kalimat yang memiliki lebih dari satu struktur dan satu verba utama karena di dalam kalimat ini terkandung lebih dari satu aksi (Predikat), peristiwa, atau keadaan.

Sedangkan kalimat simple hanya terdiri dari satu struktur dengan satu verba utam. Biasanya kalimat simple hanya memilki pola S P O atau S P O K.

Di dalam kalimat komplek ada 2 struktur kalimat yang biasanya dihubungkan dengan konjungsi, tetapi terkadang struktur tersebut hanya dihubungkan dengan tanda koma bahkan tidak ditunjukan oleh tanda baca atau konjungsi apapun.

Contoh perbedaan Kalimat kompleks dan kalimat simple:

1. Tomat dan terung tergolong ke dalam jenis sayur-sayuran.
2. Tomat dan terung yang ada di kebun itu tergolong ke dalam jenis sayur-sayuran.
3. Kamu akan mendapatkan nilai yang baik apabila belajar dengan giat.
4. Apel yang berukuran kecil itu jenis apel Indonesia dan yang besar tergolong dalam jenis apel Amerika.

Kalimat no 1 dan 2 merupakan contoh kalimat simple karena hanya memiliki satu verba utama yaitu “tergolong “ sedangkan kata “yang ada di kebun itu” pada kalimat no.2 bukanlah verba utama namun hanya sebagai penjelas nomina yang ada di depannya sehingga kalimat tersebut bisa dibuang.

Tomat dan terung   tergolong ke dalam   jenis sayur-sayuran.
            S                       P(V)                            Ket.

Sedangkan kalimat no 3 dan 4 merupakan kalimat kompleks karena pada kalimat tersebut terdapat 2 struktur kalimat yang dihubungkan dengan konjungsi . Pada kalimat pertama Verba utamanya adalah “Mendapat” dan “Belajar” dan konjungsi “apabila”. kemudian pada kalimat no 4 verba utamnya adalah “jenis” dan “tergolong” dan dihubungkan dengan konjungsi “dan”.

Kamu   akan mendapat    nilai yang baik  apabila  kamu   belajar   dengan giat.
    S                P(V)             O                                    S            V               Ket.

Kalimat komplek terbagi menjadi 2 jenis yaitu Kalimat komplek paratataik dan kalimat komplek hipotaktik. Berikut adalah jenis-jenis kalimat komplek:

1. Kalimat Komplek Paratatik

Kalimat komplek paratatik adalah kalimat kompek yang  terdir dari 2 struktur yang memiliki makna setara atau sejajar contoh konjungsi kalimat komple paratatik adalah “dan”, “tetapi” dan “atau”.

Advertisement

Contoh -contoh kalimat komplek paratatik:

  1. Ia menanam bunga mawar dan dia sangat rajin menyiraminya.
  2. Pakailah pakaian yang kau miliki tetapi harus sopan.
  3. Alam akan menjadi Indah bila kita rawat dan selalu kita jaga dengan baik.
  4. Hanya kita sebagai pemuda yang bisa menjaga dan juga memelihara kemerdekaan ini.
  5. Budi tidak datang ke sekolah, tetapi dia terbaring di rumah sakit.
  6. Semua orang panik karena ada gempa bumi.
  7. Kamu bisa menungu atau menemuinya langsung.
  8. Yang pertama disebut paragraph pembuka dan yang kedua disebut paragraph penutup.


2. Kalimat Kompleks Hipotaktik

Kalimat komplek hipotaktik adalah kalimat yang memiliki 2 struktur yang maknanya bersifat tidak setara atau sejajar yang digabungkan menjadi satu kalimat dengan menggunakan konjungsi seperti “Apabila, “Jika, “Karena”, dan  “Ketika”.

Contoh-contoh kalimat komplek hipotaktik:

  1. Apabila Kau menuruti nasehat orang tuamu maka hidupmu akan baik-baik saja.
  2. Rawatlah dan siramlah tanaman itu agar tidak menjadi layu.
  3. Siapa lagi yang akan menjaga alam ini melainkan kita yang tinggal menumpang di dalamnya.
  4. Jangan membuang sampah di sungai sembarangan karena akan mengakibatkan banjir di musim hujan.
  5. Banyak orang yang tak bertanggung jawab menebang pohon sembarangan hanya karena ingin mendapatkan keuntungan
  6. Aku sudah akan pergi ke Singapura jika memiliki cukup uang liburan nanti.

Pengertian dan Contoh Kalimat Konjungsi Korelatif dalam Bahasa Indonesia


Pengertian dan Contoh Kalimat Konjungsi Korelatif dalam Bahasa Indonesia - Apa itu kalimat konjungsi korelatif? Sebelum mengetahuinya lebih jauh, marilah kita mencari tahu apa itu konjungsi korelatif! 

Konjungsi korelatif adalah suatu jenis kata penghubung atau konjungsi yang menghubungkan 2 buah unsur kalimat yang berupa prase, kata, atau klausa ke dalam satu kalimat. Hubungan kedua unsur kalimat ini memiliki kedudukan yang sintaksis dimana hubungan antara suatu klausa,/prase/kata dengan yang lain adalah setara atau sederajat. 

Jadi, kalimat konjungsi korelatif adalah kalimat-kalimat yang menggunakan konjungsi atau penghubung korelatif. Kalimat yang dibentuk biasanya merupakan kalimat majemuk setara yang agak rumit dan bervariasi bahkan bisa juga memiliki 2 buah subjek dan satu predikat.  

Sebagaimana fungsinya untuk mengabungkan 2 unsur kalimat atau lebih. Berikut adalah proses pembentukan kalimat konjungsi korelatif:

klausa 1 :Penjahat itu terlibat dalam kasus perampokan
klausa 2 :Penjahat itu terlibat juga dalam kasus pembunuhan

Berdasarkan klausa-klausa diatas, konjungsi yang dibutuhkan adalah konjungsi yang berarti menambah atau memperjelas apa yang telah dilakukan oleh si penjahat itu. 

Jadi kalimat konjungsinya adalah:

Penjahat itu tidak hanya terlibat dalam kasus perampokan, tetapi juga kasus pembunuhan. 

Kedua klausa tersebut digabungkan menjadi satu dengan konjungsi “….tidak hanya…., tetapi juga….” namun, subjek pada klausa kedua tidak ditulis kembali karena subjeknya merupakan orang yang sama.  

Ada beberapa macam kata yang bisa digunakan sebagai konjugsi korelatif. Berikut ini adalah contoh-contoh Konjungsi korelatif:

tidak hanya …, tetapi juga
baik … maupun
jangankan …, … pun
bukan hanya …, melainkan juga
apa(kah) … atau
sedemikian rupa … sehingga
demikian … sehingga
bukannya …, melainkan
Entah….entah
Agar lebih mudah untuk dipahami, di bawah ini merupakan berbagai macam contoh kalimat konjungsi korelatif berdasarkan konjungsinya masing-masing.

Tidak hanya  …,  tetapi   (…)   juga     …

Contoh : 

Tidak hanya kehilangan Anaknya, tetapi ia juga kehilangan seluruh hartanya dalam musibah itu.
Tidak hanya sebagai guru yang baik, tetapi ia juga bisa menjadi teman yang baik.
Sukses tidak hanya membutuhkan kerja keras, tetapi juga membutuhkan kesabaran.  

Baik    …  maupun  …

Contoh : 

Baik Anto maupun Andi ingin menjadi seorang pianis terkenal.
Baik bersama ibunya maupun bersama ayahnya dia tidak mau pergi
Baik salah ataupun maupun benar dia tidak bisa mempertahankan argumennya.
Jangankan  …,     …   pun   …

Contoh : 

Jangankan tidur, duduk pun badanku rasanya pegal sekali. 
Jangankan mobil bagus, motor jelek pun aku tak punya.
Jangankan 30 menit, seumur hidup pun aku sanggup menunggunya. 

Bukan hanya    …,   melainkan   …

Contoh :  

Bukan hanya peralatan memasak yang dia bawa, melainkan juga membawa perkakas rumah.
Bukannya aku tidak mau datang, melainkan aku harus pergi dengan ayahku.
Dia bukan hanya pandai berbicara, melainkan pandai dalam menjaga rahasia.

(se)demikian  (rupa)   …        sehingga          …

Contoh : 

Adiknya belajar demikian tekun, sehingga ia dapat menjadi juara kelas.
Dia telah berusaha sedemikan rupa, sehingga ia bisa menyelesainkan tugasnya.
Dia mengerjakan tugasnya demikian rapih, sehingga dia dipuji oleh bosnya.

Apa(kah)   …    atau     …

Contoh : 

Apakah dia berkata jujur atau tidak?
Apakah kau mengerti maksudku atau tidak?
Apakah ibu guru Ani bisa datang atau tidak besok pagi?

Entah      …     entah   …

Contoh : 

Entah diterima entah tidak, ia akan mengajukan surat pengunduran diri itu.
Entah ia entah tidak, dia berkata pernah ke luar negeri.
Entah benar entah salah, aku tetap mengerjakan soal-soal itu.


Konjungsi koordinatif; menghubungkan dua atau lebih unsur (termasuk kalimat) yang sama pentingnya atau setara. Kalimat yang dibentuk disebut kalimat majemuk setara. Contoh: dan, serta, atau, tetapi, melainkan, padahal, sedangkan.
Konjungsi korelatif; menghubungkan dua atau lebih unsur (tidak termasuk kalimat) yang memiliki status sintaksis yang sama dan membentuk frasa atau kalimat. Kalimat yang dibentuk agak rumit dan bervariasi, kadang setara, bertingkat, atau bisa juga kalimat dengan dua subjek dan satu predikat. Contoh: baik … maupun, tidak hanya …, tetapi juga, bukan hanya …, melainkan juga, demikian … sehingga, sedemikian rupa … sehingga, apa(kah) … atau, entah … entah, jangankan …, … pun.
Konjungsi subordinatif; menghubungkan dua atau lebih klausa yang tidak memiliki status sintaksis yang sama. Konjungsi membentuk anak kalimat yang jika digabungkan dengan induk kalimat akan membentuk kalimat majemuk bertingkat.
Konjungsi subordinatif waktu; sejak
Konjungsi subordinatif syarat; jika
Konjungsi subordinatif pengadaian; andaikan
Konjungsi subordinatif tujuan; agar
Konjungsi subordinatif konsesif; biarpun
Konjungsi subordinatif pembandingan; ibarat
Konjungsi subordinatif sebab; karena
Konjungsi subordinatif hasil; sehingga
Konjungsi subordinatif alat; dengan
Konjungsi subordinatif cara; tanpa
Konjungsi subordinatif komplementasi; bahwa
Konjungsi subordinatif atributif; yang
Konjungsi subordinatif perbandingan; sama … dengan
Konjungsi antarkalimat; merangkaikan dua kalimat, tetapi masing-masing merupakan kalimat sendiri.
CONTOH KALIMAT KONJUNGSI
Gita DAN Banu pergi kesekolah bersama-sama
Intan pergi ke rumah nela dengan sepeda ATAU berjalan kaki.
Dia bukan seorang karyawan MELAINKAN se3orang eksekutif manager.
Aku mendapat nilai yang kurang memuaskan MESKIPUN aku telah belajar dengan giat.
YANG DI TULIS D BUKU

KALIMAT SIMPLEKS DAN KOMPLEKS